Waspadai Water Hammer yang Tidak Dicover Asuransi

Posted by shinobi apuy on Rabu, 08 Februari 2017

Musim hujan merupakan musim yang paling dihindari oleh pemilik kendaraan bermotor, terutama pengguna mobil. Sebab ketika hujan, maka Anda harus berhati-hati agar air tidak masuk ke dalam mesin kendaraan Anda. Terlebih jika Anda sering melalui jalan ibukota yang rawan terkena banjir. Nah, ini harus lebih diperhatikan lagi sebab meskipun Anda sudah melindungi kendaraan dengan asuransi mobil all risk, ternyata ada kondisi di mana perusahaan asuransi berhak menolak klaim Anda, lho. Namun, bukan berarti Anda perlu bertanya apakah asuransi mobil diperlukan? Sebab, ada banyak juga perlindungan lain yang diberikan oleh asuransi selain dari perlindungan terhadap banjir.

Mobil Terendam Banjir
Yap, dalam Polis Standar Asuransi Kendaraan Bermotor Indonesia (PSAKBI) Bab II pasal 3 ayat 4 dijelaskan bahwa pihak asuransi tidak menjamin kerugian, kerusakan, dan atau biaya atas kendaraan yang secara teknis dipaksa melalui jalan yang tidak layak. Salah satunya water hammer. Kondisi ini biasa terjadi ketika pengguna memaksa mobil untuk melalui jalan yang tergenang atau banjir.

Water hammer merupakan salah satu kondisi ketika air masuk ke dalam ruang pembakaran di dalam mesin. Tentunya, hal ini akan menimbulkan masalah. Sebab air merupakan elemen yang tidak boleh ada di dalam mesin. Ketika piston sedang berusaha mengompres bahan bakar dan udara, keberadaan air justru akan menghambat pergerakannya. Akibat yang ditimbulkannya adalah pembengkokan di setang piston yang kemudian merusak komponen mesin lainnya. Oleh sebab itu, tidak heran jika mesin bisa mati mendadak.

Lantas apakah yang menjadi penyebab water hammer? Biasanya adalah ketika mobil dipaksa melalui jalan yang tergenang banjir sehingga air dapat masuk melalui saringan udara. Untuk itu, banyak perusahaan asuransi yang menyarankan dengan tegas untuk menghindari banjir atau jalan yang tergenang. Jika pun terpaksa melalui jalan tersebut, Anda harus berani memastikan bahwa genangan airnya berada setidaknya 30 cm dari saringan udara. Dengan begini, Anda bisa meminimalisir kemungkinan air masuk ke dalam mesin.

Sebetulnya, Anda pun bisa melindungi mobil dari kemungkinan water hammer ini dengan mendaftarkan kendaraan pada perluasan asuransi. Tentunya, ada biaya tambahan yang harus dibayarkan dan Anda harus menyetujui beberapa pengecualiannya. Dan jika Anda tidak ingin mendaftarkan diri pada asuransi tersebut, maka Anda harus mulai berhati-hati dalam memperlakukan mobil Anda saat hujan mulai turun. Semoga membantu, ya!

{ 0 comments... read them below or add one }

Poskan Komentar